September Ceria (Kelabu) # 1

Salah satu menu wajib tiap bulan dalam site pribadiku ini adalah menulis segala kejadian yang kebetulan terekam olehku, baik itu hari kelahiran, hari perkawinan, atau kejadian-kejadian lain yang menurut saya perlu diingat.

Nah, khusus bulan September ini tulisan itu belum sempat terealisasi. Namun ada beberapa kejadian yang menarik untuk dikenang di antaranya adalah pada tanggal 5 September satu diantara sahabat maya yang akhirnya kami sempat bertatap muka yaitu seorang mantan teman maya yang bernama Rahmayanti Akmar . Selain itu ada Nunk, adik kelas di SMU yang kebetulan satu almamater di kuliah. Oh yha, pemeran wanita dalam film Kereta Hantu Mangarai, Sheila Marcia juga lahir di bulan ini lho. Tak lupa bagi yang berulang tahun semoga sisa umurnya menjadi tambahan kebaikan dan keberkahan bagi kehidupannya.

Satu yang pasti bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia, sudah barang tentu adalah kejadian G 30 S/PKI. Pelik memang membicarakan kejadian tersebut. Tapi yha sudahlah, kita ambil hikmahnya saja. Bagi teman-teman yang lain seperti Dedi Husni, teman SD, SMP, SMU, kuliah dan karib kerabat maaf sekali minta maaf bukan berarti melupakan kalian, tidak ditulis bukan karena tidak ingat hanya saja belum sempat. Yang jelas, orang dengan nama mengandung Sept seperti Septi Mende, Septian Dwi Cahyo seharusnya dilahirkan di bulan kesembilan kalender Masehi ini.  Oke, nantikan seri selanjutnya yha.


Indonesia Selenggarakan Olimpiade 2045 (mungkinkah?)

Begitu Olimpiade (musim panas) Beijing 2008 berakhir, ada yang menarik ketika Wakil Presiden (wapres) Yusuf Kalla memberikan kata sambutan dalam acara silaturahmi nasional Dewan Penasihat Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (25/8) .. “Ketika saya di China, saya berbicara dengan Wapres China. Dia mengatakan 100 tahun kami memimpikan melaksanakan Olimpiade. Kemudian dia bertanya kepada saya, Bapak Wapres, Indonesia kapan ingin menyelenggarakan Olimpiade. Saya katakan, seperti anda, 100 tahun. Karena itu kita akan menyelenggarakannya tahun 2045,” tutur JK mengundang gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.

Memang tidak ada yang aneh dengan keinginan pemerintah tersebut, bukan karena rencana itu terlalu ambisius dan hanya bersifat politik semata seperti penyelenggaraan Ganefo 1963-1966 akan tetapi apabila kita cermati dengan seksama ada yang menganjal dengan pernyataan Wapres Yusuf Kalla. Coba kita amati baik-baik menjadi tuan rumah olimpiade 2045. Sadarkah kita bahwa olimpiade diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Apabila, tidak ada perubahan dengan penyelenggaraan maka olimpiade musim panas akan tahun 2012. 2016, 2020, 2024, 2028, 2032, 2036, 2040, 2044, 2048 dan seterusnya. Jadi, tidak mungkin ada olimpiade di tahun 2045.. atau mungkin beliau sudah tahu akan perubahan penyelenggaran olimpiade yha?

Ayo Bangkit Atletku!

Gemerlap Olimpiade (musim panas) Beijing 2008 sudah berakhir. Api olimpiade juga sudah dipadamkan. Olimpiade yang disinyalir menjadi olimpiade termegah abad ini akan berlanjut di London tahun 2012 mendatang. Ada bahagia, ada duka. Ada lara, ada tawa. Perasaan bahagia pasti meliputi pasangan ganda putra Markis Kido – Hendra Setiawan yang berhasil menyumbangkan satu-satunya medali emas bagi kontingen Indonesia. Medali emas yang tidak hanya menjaga tradisi medali emas olimpiade tetapi ini menjadi pembuktian bagi pasangan nomor satu dunia ini. Bagi Markis Kido, medali emas ini menjadi kado istiwewa bagi almarhum ayahandanya yang berpulang ke rahmatullah saat mereka akan berlaga di ajang Piala Thomas. Pun keberhasilan ini menjadi lebih indah ketika mereka berhasil menundukkan andalan tuan rumah di babak final, saat bagi bangsa Indonesia merayakan 63 tahun kemerdekaannya.

Kebahagiaan juga masih dirasakan oleh Maria Kristin Yulianti. Capaian luar biasa diraih oleh pebulutangkis putri kita tersebut walau hanya merebut medali perunggu. Ditargetkan lolos babak 16 besar saja, namun ia mampu membuat harapan bulutangkis di sektor putri sepeninggal Susi Susanti dan Mia Audina kembali cerah di masa mendatang, karena keberhasilannya akan memotivasi para pebulutangkis putri kita untuk menembus dominasi pebulutangkis China dan Korea, yang selama ini selalu terpuruk bahkan melawan pebulutangkis putri Malaysia pun kita kewalahan.

Duka dan penyesalan bisa jadi masih menghinggapi pasangan ganda campuran kita Vita Marissa/Flandi Limpele, setelah mereka gagal di dua pertandingan terakhir yaitu di babak semifinal dan perebutan mendali perunggu dengan kisah yang hampir sama yaitu kehilangan konsentrasi di set ketiga setelah poin melewati 11. Penampilan antiklimaks justru diperagakan oleh pasangan ganda campuran nomor satu dunia Lilyana Natsir/Nova Widiyanto, setelah melaju dengan meyakinkan di babak babak sebelumnya mereka tampil grogi di babak final sehingga ditumbangkan dengan mudah oleh pasangan tuan rumah. Demikian juga penampilan kurang meyakinkan dari sektor tunggal putra dan ganda putri, Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Vita/Natsir masih kesulitan menembus dominasi atlit China dan Malaysia.

Akhir indah bagi olahraga tepok bulu, tidak diikuti oleh cabang olahraga lainnya . Walaupun, cabang angkat besi berhasil merebut dua medali perunggu melalui Eko Yuli Irawan dan Triyatno namun mereka gagal mempertahankan capaian medali perak di olimpiade sebelumnya. Jangan tanyakan hasil dari cabang yang lain seperti atlit. Sudah dapat ditebak keikutsertaan mereka lebih dari menambah jam terbang. Oka Sulaksana, sudah termakan usia untuk bertanding di cabang perahu layar. Harapan Indonesia, di cabang panahan masih gagal mengulangi kenangan indah di Olimpiade Seoul 1988.

Apapun hasil yang dicapai oleh mereka sudah sepantasnya kita mengucapkan terima kasih atas dedikasi mereka selama ini dan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan mereka demi mengharumkan bangsa Indonesia di level internasional. Dan kepada semua pihak seperti pemain, pelatih, pengurus induk dan cabang olahraga terutama Kementerian Pemuda dan Olah raga serta Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) momen dan hasil olimpiade Beijing 2008 dijadikan evaluasi untuk capaian prestasi di masa mendatang yang lebih baik dengan perencanaan yang lebih matang. Ayo bangkit atletku, ayo bangkit pahlawanku..ayo bangkit negeriku !!!

Musabaqoh Tilawatil Quran – (didedikasikan untuk Herdi Yuliarohmana)

Indonesia, negara dengan mayoritas muslim boleh berbangga karena memiliki qari dan qariah bertaraf internasional. Qari dan qariah adalah julukan bagi para pembaca Al Quran, khususnya bagi yang sering mengikuti perlombaan membaca Al Quran. Nama-nama seperti Hj. Maria Ulfah dan Muammar ZA, adalah satu qari dan qariah terkenal di Indonesia. Maklum di Indonesia perlombaan membaca Al Quran atau yang lebih dikenal dengan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) rutin diselenggarakan.

Dulu waktu jaman orde baru kegiatan ini selain menjadi ajang pemerintah selain itu juga MTQ dijadikan sarana safari politik yang efektif bagi penguasa. Begitu kata sebagian orang, tapi saya sedang tidak ingin berbicara tentang politik yang akar katanya polite yang berarti bijaksana tapi kelakukan para politikusnya sangat tidak bijaksana.

Bila mendengar kata MTQ, ingatan saya sering tertuju salah satu teman saya di SMU yaitu Herdi Yuliarohmana, yang lebih kami kenal dengan sebutuan Eeng. Dia pernah bercerita sewaktu SD atau SMP (persisnya saya lupa) pernah mewakili kontingen Pertamina unit Cilacap untuk perlombaan MTQ antar BUMN Pertamina di Semarang (ech waktu itu dah jadi BUMN atau belum yah?). Tentu saja, setelah dia mengalahkan para kontestan di daerahnya.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan si Eeng, maklum memang suara dia agak merdu, halus, dan agak melakolis. Jadi, wajar saja kalau membaca Al Quran dengan lagu tidak mudah baginya. Ditambah lagi, dia suka menyanyi. Namun, ada satu yang sampai saat ini masih kuingat, ketika dia menceritakan tentang lomba itu ternyata dia itu belum bisa membaca Al Quran. Hah..? Kok bisa…? Bagaimana mungkin, orang belum bisa membaca Al Quran mengikuti MTQ. Usut punya usut ternyata dia hanya menghafal saja ayat Al Quran yang dilombakan dalam MTQ tersebut. Dia menirukan saja bagaimana ketika guru mengajinya membaca dan melagukan Al Quran tersebut. Dan, dia minta sang guru mengulang-ulang ayat yang diperlombakan sampai benar-benar dia hafal bacaan ayat tersebut. Untungnya, surat apa yang akan dibaca nanti sewaktu perlombaan sudah diberitahukan terlebih dahulu. Jadi, para peserta MTQ bisa mempersiapkan terlebih dahulu.

Entah benar atau hanya bualan cerita temanku itu. Tapi hanya satu yang paling benar, bahwa mempelajari Al Quran sangatlah mudah. Mungkin kita berpikir mudahnya mempelajari Al Quran hanya untuk orang keturunan Timur Tengah yang mempunyai logat bahasa Arab (Arabic)2. Maklum saja, Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan bertulisan huruf Hijaiyyah. Jadi, kita beranggapan kita yang sudah terbiasa membaca huruf Latin akan sedikit mengalami kesukaran ketika mempelajarinya. Tetapi, faktanya tidak demikian.

Berbeda dengan bahasa lain di dunia, Al Quran bisa dilafalkan dengan fasih oleh bangsa manapun. Bahkan, seandainya para orang yang fasih tersebut membaca Al Quran dibalik tembok dan kita mendengarkannya tanpa melihat siapa yang membacanya atau kita mendengarkannya dengan mata tertutup, sangat sulit kita menerka dari mana dia berasal, karena bagi yang fasih sangat memungkinkan meniru persis seperti orang Arab membacanya. Berbeda dengan bahasa China, Russia, Jepang atau Malaysia yang serumpun dengan kita. Begitu mendengar mereka berbicara atau membaca kita akan mudah menebak dari mana dia berasal. Pun, bagi kita yang belajar bahasa mereka akan kesulitan berbicara sefasih bahasa aslinya.

Kemudahan mempelajari Al Quran ditegaskan oleh Alloh swt dalam firman-Nya paling tidak sebanyak enam kali3. Bahkan, Alloh swt mengulanginya sebanyak empat kali4 dengan redaksi yang sama. Ini membuktikan bahwa mempelajari Al Quran sangatlah mudah bagi siapapun. Maka, tidaklah mengherankan bila seperti Imam Syafi’i yang baru berusia 7 tahun sudah hafal 30 jus Al Quran. Bukti lain yang lebih menggagumkan Ibu Wirianingsih, ibu sebelas anak yang mengantarkan tiga anaknya yang juga hafal 30 jus Al Quran.

Contoh nyata tentang mudahkan mudahkan Al Quran ada pada Ibu Nuraini Baraja (59 tahun) yang sudah hafal 30 jus Al Quran, meski memulai menghafal di usia 54 tahun. Jadi, tidak ada kata sulit dan terlambat dalam mempelajari Al Quran. Yang perlu kita singkirkan jauh-jauh adalah perasaan takut bahwa mempelajari Al Quran itu sulit. Malu rasanya bila kita, anak kita dan keluarga kita tidak bisa membaca AL Quran. Kita berharap bahwa negara kita bukan hanya bebas 3 buta yaitu buta huruf, buta angka dan buta aksara tapi juga bebas buta baca Al Quran.

1. Klik aja disini untuk mengetahui tentang sejarah MTQ

2. Kita mengenal ada 4 corak besar logak di dunia ini yaitu Arabic, Teutonis Slavonic dan Emphires. Penjelasan lebih lanjut mengenai mother of tongues atau first language, Insyaalloh di edisi mendatang.

3. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (QS Maryam (19) : 97). Di ayat yang lain Alloh swt berfirman, “Sesungguhnya Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.” (QS Ad Dukhaan (44) : 58)

4. Alloh swt mengulangi 4 kali surah Al Qomar (17) ayat 17; 22; 32 dan 40 yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Adakah yang perlu diingat di bulan Agustus?

Bulan ke-8 dari Kalender Gregorian dan satu diantara tujuh bulan yang memiliki 31 hari ini menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Karena pada bulan ini bangsa Indonesia memasuki babak baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ketika Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Detik-detik sejarah menuju kemerdekaan itu sangat jelas terekam bagi para pelajar yang menyukai pelajaran sejarah karena mulai dari Sekolah Dasar sampai kuliah bermula dari hancur leburnya kota Hiroshima dan Nagasaki oleh dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan oleh tentara sekutu pada tanggal 06 Agustus dan 08 Agustus 1945, yang menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945.

Perayaan kemerdekaan lebih hikmat ketika kami masih sekolah, karena seringkali diawali dengan peringatan Hari Pramuka (Praja Muda Karana) setiap tanggal 14 Agustus, ketika itu biasanya diadakan perlombaan antar pandhu baik tingkat SD sampai SMP. Setelah lelah berkemah untuk beberapa hari rangkaian acara diakhiri dengan suka cita menyambut hari kemerdekaan baik di sekolah maupun di kampung.

Selain itu, pada tanggal 08 Agustus 2008 di China dan negara yang mayoritas penduduknya yang mempercayai bahwa angka delapan membawa keberuntungan, diperkirakan hampir puluhan ribuan pasangan melangsungkan pernikahannya dan ribuan bayi dilahirkan baik dengan operasi caesar atau normal. Atas dasar itulah, pemerintahan Republik Rakyat China membuka secara resmi Olimpiade (musim panas) Beijing 2008 pada tanggal tersebut.

Momen tersebut juga dijadikan sebagai ajang pengenalan nomor urut salah satu partai peserta pemilu legislatif 2009.

Bulan Agustus adalah bulan yang didedikasi untuk sebuah nama Augustus pada abad ke-8 sebelum Masehi. Maka tidak mengherankan kalau orang dengan nama Agustinus atau Augusto terlahir di bulan Agustus. Pun, demikian di Indonesia, orang dengan nama Agus biasanya terlahir di bulan Agustus. Padahal sebenarnya, “agus” yang merupakan kependekan dari kata Bagus ini berarti ganteng atau baik. Maka, orang yang bernama Agus tidak semuanya terlahir di bulan Agustus.

Berikut ini daftar orang yang terekam yang kebetulan terlahir di bulan Agustus (yang tanpa testimony karena kebetulan kita sama sama satu SMU) :

Agus Subardi

(01 Agustus)

Dwi Agus “Jetto” Ashadi

(03 Agustus)

Pemuda asal Klaten ini sangat tidak suka dengan sesuatu yang bersifat lambat. Baginya semua harus cepat dikerjakan, secepat smash dia ketika beraksi dengan bet ping pong dan raket badminton olahraga kesukaannya. Terlahir diantara dua saudara perempuannya menjadikan dia lebih mempunyai kemahiran di banyak bidang dibanding saudaranya itu. Pak Agus ingat kesehatan yha, hati-hati tensi darahnya dijaga jangan naik terus ! Kurangi makan mengandung garam mungkin perlu dicoba.

Darwanto alias wawan alias Danki

(04 Agustus)

Dingin, tenang, sedikit bicara dan tersenyum tanpa berlebihan, itu kesan yang selalu dihadirkan oleh bapak asal Pemalang. Namun, satu hal yang pasti kehangatan dalam kebersamaan menjadi dingin tanpa kehadirannya. Karena Danki akan selalu menjadi komanDAN Kita-kita.

Sukar toh atau Sukarto

(04 Agustus)

Bapak penggemar berat Shania Twain ini, tergolong pekerja keras dan tekun dalam pekerjaannya. Maka, tidak mengherankan bila bercanda dan bernyanyi menjadi pelepas kepenatan akibat kerja di kantor. Pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan dan menjalan dengan sikap yang sedikit santai. Namun, yang jelas thalique berhutang banyak dengan pemuda asal Pati ini, dia menjadi tempat pelarian dalam menyelesaikan kesulitan mata kuliah akuntansi ketika kami menjadi teman sekelas di bangku kuliah. Hampir tiap minggu, thalique datang ke kamar kostnya waktu itu meminta kuliah tambahan tentang mata kuliah kuliah tersebut. Pak Katro, terimakasih atas kebaikannya yha. Oh yha, jaga kesehatan dan lakukanlah pola makan yang sehat dan jangan lupa berolah raga ! Nyanyi lagi yuuukk !!!

Bagus Ariyanto

(06 Agustus)

Penuh ide dan selalu berantias tinggi dalam diskusi perbaikan adalah ciri khasnya. Bapak dua orang putri ini juga penggemar berat klub Deltras Sidoarjo. Ayo mas, kita main futsal lagi!

Rochmat Sugeng “RSU” Utomo

(06 Agustus)

Penggemar olah raga pencak silat yang biasa kami kenal dengan nama Tommy.

Mulqodariah

(07 Agustus)

Dulu kayakna mantan pacar teman sekelasku.

Singgih Trisambodo

(07 Agustus)

Abdul Ghony

(08 Agustus)

Pegawai PT. Telkom Medan ini, tidak seperti sebagian anak SMU yang berpenampilan seenaknya. Rapi dan perlente menjadi ciri khas yang melekat padanya. Selain itu, pemuda berkulit sawo matang ini murah senyum dan tergolong siswa yang cerdas di kelas kami. Buktinya, dia sempat lulus dari Universitas Indonesia dan menjadi bagian dari the yellow jacket family.

Zullia Karini

(08 Agustus)

Dian Awali Prastowo

(09 Agustus)

Mantan vokalis band SMU yang mengidolakan Armand Maulana.

Catur Puji “Yoyo” Waluyo

(11 Agustus)

Pemilik toko helm on line, yang bercita-cita menjadi pebisnis sukses sangat suka dengan hal-hal baru dan menantang terutama yang berhubungan dengan kecanggihan tehnologi.

Winarni

(11 Agustus)

Yang aku dia selalu menggunakan angkutan kota berkode F1 ketika berangkat dan pulang ke SMU. Maaf ini hanya dipahami oleh orang yang pernah berkunjung ke kota Purwokerto.

Anton Martin tidak ada hubungannya dengan Rio “Martil”

(13 Agustus)

Tertib sesuai prosedur dan teratur menjadi nama tengahnya. Penuh disiplin dan hampir tanpa kompromi. Maklum, bapak yang dibesarkan dalam keluarga polisi ini merupakan lulusan pasca sarjana magister hukum universitas negeri terkemuka di ibukota. Walaupun menyandang gelar pejabat sekilas dari penampilannya dia mirip pejabat. Semoga kelak bila menjadi pejabat bukan hanya penampilannya yang ikut berubah tapi bisa merubah wajah institusi tempat dia mengabdi juga berubah. Berubah ke arah yang lebih baik tentunya. Ayo Pak Anton, jogging lagi !!!

Guruh Himawan

(13 Agustus)

Sedikit yang diingat dari dia kecuali badanya tambun dan murah senyum serta suka bercanda.

Amir Hidayat

(14 Agustus)

Farid Ma’ruf

(15 Agustus)

Irma Fitriani

(15 Agustus)

Mahasiswi Undip jurusan Planologi ini pernah menjadi idola teman sekelasnya.

Natim

(15 Agustus)

Zelli Qadaristanto

(15 Agustus)

Pemuda asli betawi ini sangat ahli dengan yang namanya kata-kata. Maklum, Anda akan tersihir oleh pilihan kata sangat hebat ketika dia sedang beraksi menjadi pembawa acara. Bila boleh mencobanya, bila tidak percaya. Ayo Zel, ngemci lagi !!Adik kela

Dwi Astuti

(16 Agustus)

Eko “Nekat” Suprapto

(16 Agustus)

Sampai saat ini, saya tidak tahu mengapa dia dipanggil “Nekat”. Terdengar garang dan sanggar bila dilihat dari panggilannya itu. Ternyata dia tidak segarang dan sesanggar namanya. Mungkin lebih baik dia dipanggil si kalem atau si lemah lembut. Bagaimana bisa disebut nekat, lah wong dia disuruh balapan motor melawan adik perempuannya aja kalah hehehe.. Pak Eko, kapan-kapan boleh dong kami mampir ke rumah lagi !!

Esti Dwi Setiawati

(16 Agustus)

Perasaan dulu sewaktu di SMU kita cuma saling melempar senyum saat menyapa.

Pak Yasin – Bapaknya Titiw

(17 Agustus)

Siapa dan bagaimana beliau klik aja di sini.

Dwi Krisnanto

(18 Agustus)

Pegawai Ditjen Pajak yang gemar bermain sepak bola dan juga menyukai segala hal yang berbau animasi. Pak Dwi insyaalloh dech kalau sempat kita naik gunung bersama.

Ika Widyaningsih

(19 Agustus)

Hefnie Mubarrok Rokhman

(22 Agustus)

Nuraini Suciati

(22 Agustus)

Kayaknya dulu Suci panggilannya.

Dafid Donny KTS

(25 Agustus)

Trigunadi

(27 Agustus)

Donny Aji Nugroho

(28 Agustus)

Lulusan Prodip D-III Spesialisasi Anggaran yang juga jago bermain bola voli sekarang kabarnya bagaimana yha?

Syahril “bang Said”

(29 Agustus)

Bapak seorang putri asal Medan ini mengaku kembaran dari Heidy Yunus, vokalis kahitna band yang berasal dari Bandung. Pemuda keturunan Padang ini, berbeda dari kebanyakan orang Padang yang ringan tangan suka berdagang. Tapi ada kesamaan dengan mereka, bahwa lelaki yang kurang fasih mengucapkan huruf “r” serta tangguh bermain basket dan sepak bola ini sangat ringan tangan membantu shahabatnya. Jangan pernah pula ragukan rasa kesetiakawanannya terhadap shahabatnya itu. Bang said, cepat lulus kuliah S2-nya yha, kita butuh orang sepertimu !

Priyati alias Priti

(30 Agustus)

Mau kenalan!! Lihat saja profilenya di sini.

Apakah nama-nama berikut juga terlahir di bulan Agustus? Atau mungkin juga menjadi idola Anda.

Iman Agus “Fafa” Faisal; Agus “Persita” Suparman; Augusto Pinochet; dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain ribuan pasangan di China yang menyuntingkan wanita idamannya menjadi pedamping hidup, bulan ini juga sangat berarti bagi pasangan berikut ini:

Jakarta, 03 Agustus 2003

Agus ‘Agaz” Riyono dan Cut Ricka Elfiani

Palembang, 10 Agustus 2003

Moch. Huda dan Marlinda

Klaten, 22 Agustus 2004

Arya Mabruri Nur Fata dan Ratri Kameswari

Medan, 23 Agustus 2002

Pittor Adi Respati Saragih dan Lukina Helena Lamrenta Siregar

Anda mempunyai kenangan di bulan Agustus. Silakan berbagi di sini.

Ziarah Kubur

Keterlaluan. Mungkin itulah kata yang langsung terlontar ketika melihat seorang ibu dengan pakaian yang sangat minim memasuki areal pemakaman hendak berziarah ke salah makam yang masih baru.

Pagi itu ketika sedang berjalan kaki di depan sebuah taman pemakaman umum (TPU) hendak membeli sarapan menuju Pasar Sunan Giri, kulihat sepasang suami isteri membeli sekantong aneka kembang. Tidak pernah terlintas dalam pikiranku kalau mereka hendak berziarah atau yang lebih dikenal oleh masyarakat umum dengan istilah nyekar di tempat itu. Kenapa? Pertama, waktu itu masih pagi dan kebetulan juga hari minggu. Jarang orang melakukan hal demikian pada saat itu dan lagi Ramadhan masih beberapa minggu lagi. Ditambah lagi pakaian yang dikenakan oleh isteri tadi sangat tidak pantas bila hendak berziarah. Bahkan, lebih tepatnya kalau kita mengira dia akan berlibur ke pantai di luar negeri bukan di Indonesia. Memang sich, warna atasan yang dipakai oleh isteri tersebut menggambarkan suasana duka yaitu warna hitam. Akan tetapi, dengan kaus ketat warna hitam yang lebih pantas dipakai oleh anak berusia 5 tahun plus celana model hot pants yang lebih pantas di pakai selepas senam aerobik. Sungguh bukanlah pembelajaran yang baik karena sang bapak juga mengendong seorang bayi.

Begitu melihat mereka pikirku langsung pasti mereka membeli sekantong bunga untuk suatu acara lain di tempat lain. Alangkah terkejutnya ketika melihat mereka dengan santainya berjalan memasuki areal pemakaman dan melangkah melewati beberapa nisan yang terawat.

Aku pun menghentikan langkah untuk menghilangkan penasaran. Semoga dugaanku salah. Mereka bukan hendak berziarah tapi hendak pulang ke rumah hanya selepas berolah raga yang kebetulan jalan rumahnya melewati areal pemakaman.

Ternyata dugaanku meleset. Sang isteri berhenti di sebuah makam yang kemungkinan baru beberapa minggu atau hari tempat seseorang dimakamkan. Ini terlihat dengan masih tingginya gundukan tanah yang berwarna coklat di makam itu.

Sembari menyebar aneka bunga, kemudian ibu tersebut jongkok seraya mendoakan mayat yang sedang beristirahat di makam tersebut ditemani beberapa orang penggali liang lahat sekaligus melakukan perawatan terhadap makam-makam di TPU tersebut.

Segudang pertanyaan muncul di hatiku melihat kejadian itu. Apakah tidak ada pakaian yang lebih layak untuk dipakai ketika hendak berziarah? Apakah dia tidak merasa risih diliatin beberapa orang karena memang akan menjadi pusat perhatian ketika memakai pakaian minim untuk berziarah. Atau sebegitu takutkah sang suami untuk sekedar menegur isteri untuk berpakain yang lebih sopan? Atau sudah bosan sang suami menegur isteri mulai dari teguran halus sampai kasar dan tidak dihiraukannya karena sudah kebal telingga dinasihati? Atau jangan jangan suaminya tidak peduli dan menganggap lumrah hal tersebut?

Aku segera berlalu melihat pemandangn itu. Entah, apa yang hendak dicatat oleh para malaikat sebagai kebaikan atau keburukan? Bagaimana juga perasaan para mayat ketika ibu itu melangkahi nisan-nisannya. Wahai Ibu sadarlah !

Nasihat Para Mayat

Entah apa yang ada dalam pikiran para mayat yang sedang beristirahat minggu pagi itu di Taman Pekuburan Umum Utan Kayu atau yang lebih dikenal orang dengan sebutan TPU Kemiri Sunan Giri karena memang letaknya bersebelahan dengan Pasar Sunan Giri.

Andaikan mereka bisa keluar sejenak dari kehidupan alam barzah yang sedang mereka jalani, pastilah mereka akan menasihati seorang ibu itu. Ingin rasanya mereka berbagi tentang bagaimana dahsyatnya siksa kubur. Atau mereka akan mencaci maki dengan nada kemarahan karena kehadirannya di pagi itu membuat penyesalan mereka makin meraja. Penyesalan yang tidak terhingga mengapa sewaktu di dunia mereka menyia-nyiakan waktu yang ada tenggelam oleh pesona tipuan dunia dan memperturutkan hawa nafsunya. “Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.1

Bahkan ketika ibu pertama kali menginjakkan kaki di areal pemakaman, mayat yang pertama kali melihat kedatangannya sudah mengingatkan dengan lembut, “Nak, apakah kau tidak sadar hidupmu di dunia tidaklah seberapa lama bila dibandingkan dengan kehidupan ini. Kami yang baru kemarin berbaring saja sudah tidak tahan akan bencana ini. Ingin rasanya segera saja hari pembalasan itu datang. Karena sudah nampak di depan kami siksaan itu. Pun, kami yng sudah mencium bau surga ingin segera kesana. Setiap pagi dan petang ditampakkan kepada kami tempat apa yang akan kami tempati nanti sesudah Tuhan membangkitkan kami pada hari Kiamat.”2

“Apakah tidak ada yang menyampaikan peringatan itu kepadamu nak?”, mayat yang lain menyelak.

“Atau mungkin hatimu yang sudah mengeras bagai batu tidak menghiraukan peringatan-peringatan itu dan menganggapnya bagaikan angin lalu saja.”

Di sisi lain areal pemakaman, terdengar kerumuman para mayat berdiskusi seharusnya para aktivis feminisme seperti Ratna Sarumpaet, Rieke Diah Pitaloka dan lainnya segera meneriaki perempuan itu sebagai ungkapan protes karena telah menurunkan martabat kaum wanita.

“Engkau datang ke sini karena memang engkau tahu ziarah kubur akan mengingatkan kita kepada akhirat. Dan doamu yang ikhlas memang sudah dirindukan oleh orang tuamu agar bisa menerangi kuburnya dan sebagai bukti baktimu kepada orang tuamu,” terdengar lirih menyeruak diantara diskusi para mayat tersebut. “Beruntungnya orang tuamu Nak, karena mempunyai satu dari tiga amal yang tidak pernah putus walau mereka telah wafat yaitu engkau yang mau mendoakannya,3 akan tetapi pakaianmu Nak, …. pakaianmu!,” ia menegaskan.

Kisah di atas adalah kisah fiksi yang di ambil dari kejadian nyata pada suatu minggu pagi tatkala tentang seorang ibu dan suaminya yang sedang berziarah kubur.

1 QS Asy Syu’ara (26:102).. “Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.

2 Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasululloh bersabda, “Sesungguhnya apabila seseorang meninggal dunia, maka setiap pagi dan petang ditampakkan kepadanya tempatnya nanti. Jika dia termasuk penghuni surga, maka disediakan tempat dari surga. Dan, jika dia tergolong penghuni neraka, maka disediakan tempat dari neraka. Dikatakan kepadanya, ‘Inilah tempatmu sampai Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat.’” Hadits Riwayat Muslim.

3 Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu shodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkan untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. Hadits Riwayat Muslim.

Is July special for you?

Juli adalah bulan ketujuh tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari nama Kaisar Romawi Julius Caesar, yang dilahirkan pada bulan ini. Sebelumnya ia dipanggil Quintilis, yang berarti kelima dalam bahasa Latin, karena asalnya kalendar Roman bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari.

Orang-orang yang sebagian nama menggunakan nama bulan ini, sangat mudah ditebak kalau bulan kelahirannya adalah bulan Juli. Sebut saja Yulia Rahman, Khusnul Yuli (sayap kanan Persik Kediri) dan Kurniawan Dwi Julianto (pemain eks Primavera). Namun ada juga orang yang namanya menggunakan kata Juli tidak lahir di bulan ini. Dewi Yull misalnya dia lahir di bulan Mei. Lain lagi dengan Julie Estelle dara manis asal Jakarta ternyata lahir di bulan Januari.

Berikut adalah orang-orang yang terlahir di bulan Juli, baik yang thalique kenal baik atau hanya sekedar mempunyai beberapa kebetulan saja. Termasuk kejadian atau peristiwa yang menurut saya pribadi patut untuk dikenang.

Sutrisno tanpa Bachir a k a Ling Ling alias Ngathing 02/07

Bapak asal Madiun sangat suka bekerja keras. Ini dibuktikan dengan fisiknya yang begitu kekar dan tahan banting. Pantang menyerah itu julukan yang paling tepat buat dirinya. Tapi dibalik wajah sangarnya tersimpan bakat bernyanyi yang luar biasa. Satu dari ribuan harapannya adalah mengharapkan kesempurnaan dalam diri buah hatinya. Maka tidak mengherankan kalau sebagian nama anak-anak mengandung kata KAMAL, yang dalam bahasa Arab berarti sempurna. Tidak hanya kesempurnaan fisik tapi kesempurnaan akhlak. Memang sempurna adalah nama yang paling tepat untuk menggambarkan kesempurnaan Dzat-Nya, akan tetapi paling tidak penerusnya nanti bisa lebih baik dari kedua orang tuanya.

Titik Kusuma “Wiwin” Winokyu 04/07

Sebetulnya kami hanya kebetulan pernah sama-sama menimba ilmu di SMU 2 Purwokerto. Bisa jadi dialah orang yang paling disegani dan dihormati para siswi yang berjilbab di sekolahan…(itu pendapat pribadi sich !)

Ira Gunawati 06/07

Ibu 2 orang anak yang kebetulan juga bersuamikan dokter sangat sering dijadikan korban usil kami sekelas. Murah senyum dan tidak pernah marah. Sangat wajar dengan modal yang dimiliki tersebut dia akan ringan menjalani aktivitas di dunia kedokteran. Maklum, dia juga berprofesi sebagai dokter umum di rumahnya.

Lukman “Ngess” Hakim 06/07

Tenang dan agak pendiam begitulan kesan yang terlintas ketika memandangnya. Bapak penggila basket ini sering diidentikan dengan I Made Sudiadnyana a k a Lolik.

Nurman Pamungkas 06/07

Membuat orang tersenyum adalah keahliannya. Tersenyum disertai kekaguman atas kecerdasannya dalam memecahkan soal-soal ilmu pasti dengan cara sendiri atau tersenyum terpingkal-pingkal atas humor-humor lucu yang agak ngawur. Walau namanya Pamungkas, ternyata dia bukan anak paling akhir orang tuanya.

Ari Bustami 07/07

Orang cadel yang sangat bangga dengan desa Kedung Banteng tempat kelahirannya, akhirnya mampu mempersunting wanita pujaannya yang juga teman sekelasnya di SMU. PNS Depkeu lulusan D III Prodip Anggaran STAN ini punya kenangan buruk ketika menjadi penyebab kekalahan tim sepak bola saat pertandingan antar kelas di SMU, sangat sederhana dalam memandang setiap permasalahan kehidupan. Periang, tegas, dan optimis mungkin itu kesan yang mendalam yang terekam selama 3 tahun kami bercanda di SMU 2 Purwokerto. AB adalah nama aliasnya.

Yetty Yulianty 07/07

Sekilas dari namanya sudah bisa ditebak kalau dia terlahir di bulan Juli. Tidak mengherankan dari namanya kalau Anda menebak dia juga orang sunda yang terkenal dengan memberi anak-anaknya dengan pengulangan nama. Namun untuk yang satu ini, Anda keliru besar. Ibu 2 orang anak ini ternyata lahir di Lampung. Enak diajak berdikusi dan cerdas menjadi nama tengahnya. Tidak mengherankan kalau putra pertamanya mempunyai kecerdasan di atas rata rata anak seusianya.

Herdi Yuliarohmana 08/07

Pertama kali mendengar namanya, kami sekelas mengira dia itu seorang perempuan. Anak seorang pegawai Pertamina yang pernah kuliah di Semarang ternyata sangat akrab dengan para wanita. Maklum dia sangat menarik bila menjadi pendengar. Penggemar segala sesuatu yang berbau elektronika ini juga pernah memenangkan perlombaan membaca Al Quran.

Yudi Hasnawan 16/07

Pria berlesung pipit yang handal dalam bermain gitar. Suaranya pun tidak kalah merdu bila dibandingkan dengan para penyanyi tingkat acara hajatan. Bila Anda sedang stress dengan rutinitas, Bapak yang hobbi berbisnis ini juga mempunyai segudang cerita lucu. Anda juga bisa berkunjung ke rumah mayanya di sini.

Arifin 20 /07

Lugas tanpa kompromi. Itulah gambaran bapak asal Malang bila sudah memainkan posisinya sebagai bek tengah setiap tim yang dibelanya. Sederhana dan tidak neko-neko dalam menjalani hidup.

Yuliati 21/07

Begitu namanya disebut, berarti sudah semua penghuni kelasku yang di absen hari itu. Maklum dialah penghuni absen nomor bontot. Kami sempat 2 tahun satu kelas di SMU. Dia juga menjadi pendukung setia tim sepak bola atau basket kelas kami bila sedang bertanding.

Eko Yulianto 23/07

Pria berbadan kecil namun punya semangat menempuh hidup yang luar biasa. Tiap pagi, sewaktu masih sekolah dia harus mengantar dagangan es gabus untuk dititipkan di sekolah-sekolah. Biar kecil namun bapak yang satu ini jago pecak silat.

Mugi Hartono 23/07

Mantan teman SMP dan SMU ini sangat ahli dalam design bangunan, maklum dia seorang arsitek. Pun dia piawai dalam bermain musik.

Siti Kholifah 28/07

Ipeh biasanya kami memanggilnya. Gadis mungil nan lincah yang sering menjadi pusat perhatian para lelaki usil di kelas kami. Maklum suara yang khas sering menamah suasana gaduh di kelas. Ditambah lagi sang jagoan kelas kami naksir berat sama gadis munggil yang sekarang berprofesi sebagai pegawai bank.

Pniel Abigail Nathane Saragih 30/07

Putri pertama Pittor Saragih yang juga adik dari Kristupa Saragih pemilik fotografer.net. Apakah mereka ada hubungannya dengan Bill Saragih tanyakan ahlinya.

Orang-orang yang terlahir bulan Juli dan berkebetulan bersama-sama menimba ilmu di SMU 2 Purwokerto.

Slamet Heriadi 03/07; Panji Hendra P 04/07; Rio Azazi 04/07; Andi-06/07; Wahyu Liani 08/07; Ary Wibiantono 11/07; Wahidin 12/07; Yuli Endrias Saputro 13/07; Yuli Kusumawati 13/07; Bustanul Firdaus 14/07; Amalia Kustanti 31/07; Nanik Puwinarsih 14/07; Dian Eko Darmawan 15/07; Setyawan Yuliatmoko 17/07; Irma Mardiyati 23/07; Wardah Zuhri 23/07; Listiani Wijayanti 23/07; Saeful Alim 23/07; Lili Nuryati 24/07; Mohammad Tanzil 24/07; Twidya Ully P 30/07 dan Siti Yuliati 31/07

Berikut daftar orang-orang yang mungkin menjadi idola Anda yang berulang tahun di bulan Juli, bisa juga dilihat disini :

Tom Cruise (Aktor) 03/07; Sylvester Stallone (Aktor) 06/07; ; Tom Hanks (Aktor) 09/07; Eva Julainty 13/07; Harrison Ford (Aktor) 13/07; Lukman Sardi (Aktor) 14/07; Matthew Fox (Aktor) 14/07; Jared Padalecki (Aktor) 19/07; Robin Williams (Aktor) 21/07; Ria Irawan (Aktris) 24/07; Sandra Bullock (Aktris) 26/07; dan Jean Reno (Aktor) 30/07;

Dalam bulan Juli juga pernah terjadi peristiwa penting yang perlu di kenang seperti terbentuknya Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok pada tanggal 02 Juli 2007 dan ulang tahun Pernikahan Aris Purwanto yang jatuh tanggal pada tanggal 09 Juli.

Selain itu, kembalinya Hong Kong ke RRC, pembukaan wahana permainan Disneyland juga terjadi di bulan Juli. Anda bisa berselancar kembali mengenang peristiwa-peristiwa masa lalu yang sangat berhubungan dengan Anda disini atau mungkin disini.

Bagi yang ulang tahun, semoga sisa umurnya menjadi tambahan keberkahan dalam hidup dan kehidupannya.

Kenangan pada sebuah Tanjakan

Tepat di depan rumah kami, terdapat tanjakan yang cukup terjal untuk dilewati. Tanjakan itu harus dilewati warga kampung sekitar kami dan orang orang yang ingin beraktivas menuju pasar, sekolahan, stasiun, terminal, tempat perbelanjaan, kantor pemerintahan dan sebagainya di daerah kami. Jalan raya yang ada tanjakannya itu merupakan salah satu akses menuju kota. Jadi, hampir ribuan orang yang berlalu lalang melewati tanjakan itu setiap harinya.

Tidak jarang ketika melewati tanjakan tersebut terjadi kecelakaan. Selain karena volume pengguna jalan raya (baca tanjakan) yang cukup padat terutama pagi hari ketika orang orang sedang berpacu dengan waktu untuk segera beraktivitas dan sore hari ketika orang orang bergegas pulang menuju rumah masing masing. Ditambah lagi kondisi tanjakan atau turunan dari arah sebaliknya yang tidak rata dan kurangnya penerangan ketika malam.

Bagi sebagian besar orang tanjakan itu mungkin agak merepotkan karena harus mengeluarkan banyak tenaga untuk melewatinya. Namun bagi orang sekitar tanjakan itu termasuk keluarga kami tanjakan itu menjadi ladang amal. Kenapa demikian? Selain bisa menolong orang apabila terjadi kecelakaan tanjakan itu (maaf bukan kami mendoakan agar banyak kecelakaan), sering teras rumah kami menjadi tempat istirahat orang-orang yang kelelahan melewati tanjakan itu.

Mungkin yang paling tersiksa ketika melewati tanjakan itu adalah para tukang becak yang mengangkut penumpang atau barang yang cukup banyak, kuli angkut atau orang yang akan menjual bambu atau mengangkut pasir dan batu bata dengan gerobak. Mereka harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk bisa melewati tanjakan itu dengan muatan yang sangat banyak. Maklum semakin banyak yang diangkut tentunya pendapatan yang bisa dibawa pulang juga lebih besar. Saya dan kakak saya merasa kasihan dan tidak tega melihat mereka yang harus susah payah melewati tanjakan itu. Maka kesempatan untuk membantu mereka dengan mendorong becak atau gerobak jarang kami lewatkan. Tapi kesigapan saya tidak seberapa bila di banding kakak saya. Dia sudah bersiap siap menunggu apabila dari kejauhan sudah melihat orang, atau gerobak yang akan melewati tanjakan itu. Ada rasa kepuasan tersendiri apabila bisa membantu orang orang tersebut. Rasa puas semakin bertambah ketika melihat senyum gembira sekaligus ucapan terima kasih dari orang yang kami bantu.

Sekarang kebiasaan baik itu jarang kami lakukan karena saya harus hijrah mengadu nasib di Jakarta. Selain itu hampir tiap tahun selama sepuluh tahun belakangan ini tanjakan itu mengalami perbaikan dan peninggian. Jadi sekarang tanjakan di depan rumah kami sudah hampir rata, belum lagi jalan raya di desa kami sudah menggunakan aspal hot mix. Gerobak pembawa bambu, pembawa batu bata atau pasir sudah tidak keliatan kepayahan ketika melewati tanjakan di depan rumah kami. Bahkan para tukang tukang becak tidak perlu lagi turun dari becaknya ketika melewati tanjakan itu.

Entah apa yang ada di benak kakak saya, sehingga dia begitu bersemangat membantu orang yang kepayahan melewati tanjakan tersebut. Bayangkan saja, jangankan orang yang ditolong pernah berbuat baik kepadanya bahkan dia tidak mengenal orang yang ditolongnya. Mungkin dia sedang mengamalkan ayat al quran, Barang siapa mengerjakan kebaikan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Bisa jadi dia sudah paham hadits yang mengingatkan bahwa barangsiapa menghilangkan satu kesulitan dari orang (muslim) maka Allah membalasnya dengan menghilangkan daripadanya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan yang ada pada hari kiamat. Jadi bersegeralah berbuat baik, selama kesempatan itu masih ada.

Newer entries »