Indonesia Selenggarakan Olimpiade 2045 (mungkinkah?)

Begitu Olimpiade (musim panas) Beijing 2008 berakhir, ada yang menarik ketika Wakil Presiden (wapres) Yusuf Kalla memberikan kata sambutan dalam acara silaturahmi nasional Dewan Penasihat Partai Golkar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Senin (25/8) .. “Ketika saya di China, saya berbicara dengan Wapres China. Dia mengatakan 100 tahun kami memimpikan melaksanakan Olimpiade. Kemudian dia bertanya kepada saya, Bapak Wapres, Indonesia kapan ingin menyelenggarakan Olimpiade. Saya katakan, seperti anda, 100 tahun. Karena itu kita akan menyelenggarakannya tahun 2045,” tutur JK mengundang gelak tawa dan tepuk tangan hadirin.

Memang tidak ada yang aneh dengan keinginan pemerintah tersebut, bukan karena rencana itu terlalu ambisius dan hanya bersifat politik semata seperti penyelenggaraan Ganefo 1963-1966 akan tetapi apabila kita cermati dengan seksama ada yang menganjal dengan pernyataan Wapres Yusuf Kalla. Coba kita amati baik-baik menjadi tuan rumah olimpiade 2045. Sadarkah kita bahwa olimpiade diselenggarakan tiap empat tahun sekali. Apabila, tidak ada perubahan dengan penyelenggaraan maka olimpiade musim panas akan tahun 2012. 2016, 2020, 2024, 2028, 2032, 2036, 2040, 2044, 2048 dan seterusnya. Jadi, tidak mungkin ada olimpiade di tahun 2045.. atau mungkin beliau sudah tahu akan perubahan penyelenggaran olimpiade yha?

Ayo Bangkit Atletku!

Gemerlap Olimpiade (musim panas) Beijing 2008 sudah berakhir. Api olimpiade juga sudah dipadamkan. Olimpiade yang disinyalir menjadi olimpiade termegah abad ini akan berlanjut di London tahun 2012 mendatang. Ada bahagia, ada duka. Ada lara, ada tawa. Perasaan bahagia pasti meliputi pasangan ganda putra Markis Kido – Hendra Setiawan yang berhasil menyumbangkan satu-satunya medali emas bagi kontingen Indonesia. Medali emas yang tidak hanya menjaga tradisi medali emas olimpiade tetapi ini menjadi pembuktian bagi pasangan nomor satu dunia ini. Bagi Markis Kido, medali emas ini menjadi kado istiwewa bagi almarhum ayahandanya yang berpulang ke rahmatullah saat mereka akan berlaga di ajang Piala Thomas. Pun keberhasilan ini menjadi lebih indah ketika mereka berhasil menundukkan andalan tuan rumah di babak final, saat bagi bangsa Indonesia merayakan 63 tahun kemerdekaannya.

Kebahagiaan juga masih dirasakan oleh Maria Kristin Yulianti. Capaian luar biasa diraih oleh pebulutangkis putri kita tersebut walau hanya merebut medali perunggu. Ditargetkan lolos babak 16 besar saja, namun ia mampu membuat harapan bulutangkis di sektor putri sepeninggal Susi Susanti dan Mia Audina kembali cerah di masa mendatang, karena keberhasilannya akan memotivasi para pebulutangkis putri kita untuk menembus dominasi pebulutangkis China dan Korea, yang selama ini selalu terpuruk bahkan melawan pebulutangkis putri Malaysia pun kita kewalahan.

Duka dan penyesalan bisa jadi masih menghinggapi pasangan ganda campuran kita Vita Marissa/Flandi Limpele, setelah mereka gagal di dua pertandingan terakhir yaitu di babak semifinal dan perebutan mendali perunggu dengan kisah yang hampir sama yaitu kehilangan konsentrasi di set ketiga setelah poin melewati 11. Penampilan antiklimaks justru diperagakan oleh pasangan ganda campuran nomor satu dunia Lilyana Natsir/Nova Widiyanto, setelah melaju dengan meyakinkan di babak babak sebelumnya mereka tampil grogi di babak final sehingga ditumbangkan dengan mudah oleh pasangan tuan rumah. Demikian juga penampilan kurang meyakinkan dari sektor tunggal putra dan ganda putri, Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro dan Vita/Natsir masih kesulitan menembus dominasi atlit China dan Malaysia.

Akhir indah bagi olahraga tepok bulu, tidak diikuti oleh cabang olahraga lainnya . Walaupun, cabang angkat besi berhasil merebut dua medali perunggu melalui Eko Yuli Irawan dan Triyatno namun mereka gagal mempertahankan capaian medali perak di olimpiade sebelumnya. Jangan tanyakan hasil dari cabang yang lain seperti atlit. Sudah dapat ditebak keikutsertaan mereka lebih dari menambah jam terbang. Oka Sulaksana, sudah termakan usia untuk bertanding di cabang perahu layar. Harapan Indonesia, di cabang panahan masih gagal mengulangi kenangan indah di Olimpiade Seoul 1988.

Apapun hasil yang dicapai oleh mereka sudah sepantasnya kita mengucapkan terima kasih atas dedikasi mereka selama ini dan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan mereka demi mengharumkan bangsa Indonesia di level internasional. Dan kepada semua pihak seperti pemain, pelatih, pengurus induk dan cabang olahraga terutama Kementerian Pemuda dan Olah raga serta Komite Olah raga Nasional Indonesia (KONI) momen dan hasil olimpiade Beijing 2008 dijadikan evaluasi untuk capaian prestasi di masa mendatang yang lebih baik dengan perencanaan yang lebih matang. Ayo bangkit atletku, ayo bangkit pahlawanku..ayo bangkit negeriku !!!

Musabaqoh Tilawatil Quran – (didedikasikan untuk Herdi Yuliarohmana)

Indonesia, negara dengan mayoritas muslim boleh berbangga karena memiliki qari dan qariah bertaraf internasional. Qari dan qariah adalah julukan bagi para pembaca Al Quran, khususnya bagi yang sering mengikuti perlombaan membaca Al Quran. Nama-nama seperti Hj. Maria Ulfah dan Muammar ZA, adalah satu qari dan qariah terkenal di Indonesia. Maklum di Indonesia perlombaan membaca Al Quran atau yang lebih dikenal dengan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) rutin diselenggarakan.

Dulu waktu jaman orde baru kegiatan ini selain menjadi ajang pemerintah selain itu juga MTQ dijadikan sarana safari politik yang efektif bagi penguasa. Begitu kata sebagian orang, tapi saya sedang tidak ingin berbicara tentang politik yang akar katanya polite yang berarti bijaksana tapi kelakukan para politikusnya sangat tidak bijaksana.

Bila mendengar kata MTQ, ingatan saya sering tertuju salah satu teman saya di SMU yaitu Herdi Yuliarohmana, yang lebih kami kenal dengan sebutuan Eeng. Dia pernah bercerita sewaktu SD atau SMP (persisnya saya lupa) pernah mewakili kontingen Pertamina unit Cilacap untuk perlombaan MTQ antar BUMN Pertamina di Semarang (ech waktu itu dah jadi BUMN atau belum yah?). Tentu saja, setelah dia mengalahkan para kontestan di daerahnya.

Sebenarnya tidak ada yang aneh dengan si Eeng, maklum memang suara dia agak merdu, halus, dan agak melakolis. Jadi, wajar saja kalau membaca Al Quran dengan lagu tidak mudah baginya. Ditambah lagi, dia suka menyanyi. Namun, ada satu yang sampai saat ini masih kuingat, ketika dia menceritakan tentang lomba itu ternyata dia itu belum bisa membaca Al Quran. Hah..? Kok bisa…? Bagaimana mungkin, orang belum bisa membaca Al Quran mengikuti MTQ. Usut punya usut ternyata dia hanya menghafal saja ayat Al Quran yang dilombakan dalam MTQ tersebut. Dia menirukan saja bagaimana ketika guru mengajinya membaca dan melagukan Al Quran tersebut. Dan, dia minta sang guru mengulang-ulang ayat yang diperlombakan sampai benar-benar dia hafal bacaan ayat tersebut. Untungnya, surat apa yang akan dibaca nanti sewaktu perlombaan sudah diberitahukan terlebih dahulu. Jadi, para peserta MTQ bisa mempersiapkan terlebih dahulu.

Entah benar atau hanya bualan cerita temanku itu. Tapi hanya satu yang paling benar, bahwa mempelajari Al Quran sangatlah mudah. Mungkin kita berpikir mudahnya mempelajari Al Quran hanya untuk orang keturunan Timur Tengah yang mempunyai logat bahasa Arab (Arabic)2. Maklum saja, Al Quran diturunkan dalam bahasa Arab dan bertulisan huruf Hijaiyyah. Jadi, kita beranggapan kita yang sudah terbiasa membaca huruf Latin akan sedikit mengalami kesukaran ketika mempelajarinya. Tetapi, faktanya tidak demikian.

Berbeda dengan bahasa lain di dunia, Al Quran bisa dilafalkan dengan fasih oleh bangsa manapun. Bahkan, seandainya para orang yang fasih tersebut membaca Al Quran dibalik tembok dan kita mendengarkannya tanpa melihat siapa yang membacanya atau kita mendengarkannya dengan mata tertutup, sangat sulit kita menerka dari mana dia berasal, karena bagi yang fasih sangat memungkinkan meniru persis seperti orang Arab membacanya. Berbeda dengan bahasa China, Russia, Jepang atau Malaysia yang serumpun dengan kita. Begitu mendengar mereka berbicara atau membaca kita akan mudah menebak dari mana dia berasal. Pun, bagi kita yang belajar bahasa mereka akan kesulitan berbicara sefasih bahasa aslinya.

Kemudahan mempelajari Al Quran ditegaskan oleh Alloh swt dalam firman-Nya paling tidak sebanyak enam kali3. Bahkan, Alloh swt mengulanginya sebanyak empat kali4 dengan redaksi yang sama. Ini membuktikan bahwa mempelajari Al Quran sangatlah mudah bagi siapapun. Maka, tidaklah mengherankan bila seperti Imam Syafi’i yang baru berusia 7 tahun sudah hafal 30 jus Al Quran. Bukti lain yang lebih menggagumkan Ibu Wirianingsih, ibu sebelas anak yang mengantarkan tiga anaknya yang juga hafal 30 jus Al Quran.

Contoh nyata tentang mudahkan mudahkan Al Quran ada pada Ibu Nuraini Baraja (59 tahun) yang sudah hafal 30 jus Al Quran, meski memulai menghafal di usia 54 tahun. Jadi, tidak ada kata sulit dan terlambat dalam mempelajari Al Quran. Yang perlu kita singkirkan jauh-jauh adalah perasaan takut bahwa mempelajari Al Quran itu sulit. Malu rasanya bila kita, anak kita dan keluarga kita tidak bisa membaca AL Quran. Kita berharap bahwa negara kita bukan hanya bebas 3 buta yaitu buta huruf, buta angka dan buta aksara tapi juga bebas buta baca Al Quran.

1. Klik aja disini untuk mengetahui tentang sejarah MTQ

2. Kita mengenal ada 4 corak besar logak di dunia ini yaitu Arabic, Teutonis Slavonic dan Emphires. Penjelasan lebih lanjut mengenai mother of tongues atau first language, Insyaalloh di edisi mendatang.

3. Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al Quran itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (QS Maryam (19) : 97). Di ayat yang lain Alloh swt berfirman, “Sesungguhnya Kami mudahkan Al Quran itu dengan bahasamu supaya mereka mendapat pelajaran.” (QS Ad Dukhaan (44) : 58)

4. Alloh swt mengulangi 4 kali surah Al Qomar (17) ayat 17; 22; 32 dan 40 yang artinya, “Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”

Adakah yang perlu diingat di bulan Agustus?

Bulan ke-8 dari Kalender Gregorian dan satu diantara tujuh bulan yang memiliki 31 hari ini menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia. Karena pada bulan ini bangsa Indonesia memasuki babak baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ketika Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Detik-detik sejarah menuju kemerdekaan itu sangat jelas terekam bagi para pelajar yang menyukai pelajaran sejarah karena mulai dari Sekolah Dasar sampai kuliah bermula dari hancur leburnya kota Hiroshima dan Nagasaki oleh dahsyatnya bom atom yang dijatuhkan oleh tentara sekutu pada tanggal 06 Agustus dan 08 Agustus 1945, yang menyebabkan Jepang menyerah tanpa syarat pada tanggal 14 Agustus 1945.

Perayaan kemerdekaan lebih hikmat ketika kami masih sekolah, karena seringkali diawali dengan peringatan Hari Pramuka (Praja Muda Karana) setiap tanggal 14 Agustus, ketika itu biasanya diadakan perlombaan antar pandhu baik tingkat SD sampai SMP. Setelah lelah berkemah untuk beberapa hari rangkaian acara diakhiri dengan suka cita menyambut hari kemerdekaan baik di sekolah maupun di kampung.

Selain itu, pada tanggal 08 Agustus 2008 di China dan negara yang mayoritas penduduknya yang mempercayai bahwa angka delapan membawa keberuntungan, diperkirakan hampir puluhan ribuan pasangan melangsungkan pernikahannya dan ribuan bayi dilahirkan baik dengan operasi caesar atau normal. Atas dasar itulah, pemerintahan Republik Rakyat China membuka secara resmi Olimpiade (musim panas) Beijing 2008 pada tanggal tersebut.

Momen tersebut juga dijadikan sebagai ajang pengenalan nomor urut salah satu partai peserta pemilu legislatif 2009.

Bulan Agustus adalah bulan yang didedikasi untuk sebuah nama Augustus pada abad ke-8 sebelum Masehi. Maka tidak mengherankan kalau orang dengan nama Agustinus atau Augusto terlahir di bulan Agustus. Pun, demikian di Indonesia, orang dengan nama Agus biasanya terlahir di bulan Agustus. Padahal sebenarnya, “agus” yang merupakan kependekan dari kata Bagus ini berarti ganteng atau baik. Maka, orang yang bernama Agus tidak semuanya terlahir di bulan Agustus.

Berikut ini daftar orang yang terekam yang kebetulan terlahir di bulan Agustus (yang tanpa testimony karena kebetulan kita sama sama satu SMU) :

Agus Subardi

(01 Agustus)

Dwi Agus “Jetto” Ashadi

(03 Agustus)

Pemuda asal Klaten ini sangat tidak suka dengan sesuatu yang bersifat lambat. Baginya semua harus cepat dikerjakan, secepat smash dia ketika beraksi dengan bet ping pong dan raket badminton olahraga kesukaannya. Terlahir diantara dua saudara perempuannya menjadikan dia lebih mempunyai kemahiran di banyak bidang dibanding saudaranya itu. Pak Agus ingat kesehatan yha, hati-hati tensi darahnya dijaga jangan naik terus ! Kurangi makan mengandung garam mungkin perlu dicoba.

Darwanto alias wawan alias Danki

(04 Agustus)

Dingin, tenang, sedikit bicara dan tersenyum tanpa berlebihan, itu kesan yang selalu dihadirkan oleh bapak asal Pemalang. Namun, satu hal yang pasti kehangatan dalam kebersamaan menjadi dingin tanpa kehadirannya. Karena Danki akan selalu menjadi komanDAN Kita-kita.

Sukar toh atau Sukarto

(04 Agustus)

Bapak penggemar berat Shania Twain ini, tergolong pekerja keras dan tekun dalam pekerjaannya. Maka, tidak mengherankan bila bercanda dan bernyanyi menjadi pelepas kepenatan akibat kerja di kantor. Pantang menyerah dalam menghadapi kesulitan dan menjalan dengan sikap yang sedikit santai. Namun, yang jelas thalique berhutang banyak dengan pemuda asal Pati ini, dia menjadi tempat pelarian dalam menyelesaikan kesulitan mata kuliah akuntansi ketika kami menjadi teman sekelas di bangku kuliah. Hampir tiap minggu, thalique datang ke kamar kostnya waktu itu meminta kuliah tambahan tentang mata kuliah kuliah tersebut. Pak Katro, terimakasih atas kebaikannya yha. Oh yha, jaga kesehatan dan lakukanlah pola makan yang sehat dan jangan lupa berolah raga ! Nyanyi lagi yuuukk !!!

Bagus Ariyanto

(06 Agustus)

Penuh ide dan selalu berantias tinggi dalam diskusi perbaikan adalah ciri khasnya. Bapak dua orang putri ini juga penggemar berat klub Deltras Sidoarjo. Ayo mas, kita main futsal lagi!

Rochmat Sugeng “RSU” Utomo

(06 Agustus)

Penggemar olah raga pencak silat yang biasa kami kenal dengan nama Tommy.

Mulqodariah

(07 Agustus)

Dulu kayakna mantan pacar teman sekelasku.

Singgih Trisambodo

(07 Agustus)

Abdul Ghony

(08 Agustus)

Pegawai PT. Telkom Medan ini, tidak seperti sebagian anak SMU yang berpenampilan seenaknya. Rapi dan perlente menjadi ciri khas yang melekat padanya. Selain itu, pemuda berkulit sawo matang ini murah senyum dan tergolong siswa yang cerdas di kelas kami. Buktinya, dia sempat lulus dari Universitas Indonesia dan menjadi bagian dari the yellow jacket family.

Zullia Karini

(08 Agustus)

Dian Awali Prastowo

(09 Agustus)

Mantan vokalis band SMU yang mengidolakan Armand Maulana.

Catur Puji “Yoyo” Waluyo

(11 Agustus)

Pemilik toko helm on line, yang bercita-cita menjadi pebisnis sukses sangat suka dengan hal-hal baru dan menantang terutama yang berhubungan dengan kecanggihan tehnologi.

Winarni

(11 Agustus)

Yang aku dia selalu menggunakan angkutan kota berkode F1 ketika berangkat dan pulang ke SMU. Maaf ini hanya dipahami oleh orang yang pernah berkunjung ke kota Purwokerto.

Anton Martin tidak ada hubungannya dengan Rio “Martil”

(13 Agustus)

Tertib sesuai prosedur dan teratur menjadi nama tengahnya. Penuh disiplin dan hampir tanpa kompromi. Maklum, bapak yang dibesarkan dalam keluarga polisi ini merupakan lulusan pasca sarjana magister hukum universitas negeri terkemuka di ibukota. Walaupun menyandang gelar pejabat sekilas dari penampilannya dia mirip pejabat. Semoga kelak bila menjadi pejabat bukan hanya penampilannya yang ikut berubah tapi bisa merubah wajah institusi tempat dia mengabdi juga berubah. Berubah ke arah yang lebih baik tentunya. Ayo Pak Anton, jogging lagi !!!

Guruh Himawan

(13 Agustus)

Sedikit yang diingat dari dia kecuali badanya tambun dan murah senyum serta suka bercanda.

Amir Hidayat

(14 Agustus)

Farid Ma’ruf

(15 Agustus)

Irma Fitriani

(15 Agustus)

Mahasiswi Undip jurusan Planologi ini pernah menjadi idola teman sekelasnya.

Natim

(15 Agustus)

Zelli Qadaristanto

(15 Agustus)

Pemuda asli betawi ini sangat ahli dengan yang namanya kata-kata. Maklum, Anda akan tersihir oleh pilihan kata sangat hebat ketika dia sedang beraksi menjadi pembawa acara. Bila boleh mencobanya, bila tidak percaya. Ayo Zel, ngemci lagi !!Adik kela

Dwi Astuti

(16 Agustus)

Eko “Nekat” Suprapto

(16 Agustus)

Sampai saat ini, saya tidak tahu mengapa dia dipanggil “Nekat”. Terdengar garang dan sanggar bila dilihat dari panggilannya itu. Ternyata dia tidak segarang dan sesanggar namanya. Mungkin lebih baik dia dipanggil si kalem atau si lemah lembut. Bagaimana bisa disebut nekat, lah wong dia disuruh balapan motor melawan adik perempuannya aja kalah hehehe.. Pak Eko, kapan-kapan boleh dong kami mampir ke rumah lagi !!

Esti Dwi Setiawati

(16 Agustus)

Perasaan dulu sewaktu di SMU kita cuma saling melempar senyum saat menyapa.

Pak Yasin – Bapaknya Titiw

(17 Agustus)

Siapa dan bagaimana beliau klik aja di sini.

Dwi Krisnanto

(18 Agustus)

Pegawai Ditjen Pajak yang gemar bermain sepak bola dan juga menyukai segala hal yang berbau animasi. Pak Dwi insyaalloh dech kalau sempat kita naik gunung bersama.

Ika Widyaningsih

(19 Agustus)

Hefnie Mubarrok Rokhman

(22 Agustus)

Nuraini Suciati

(22 Agustus)

Kayaknya dulu Suci panggilannya.

Dafid Donny KTS

(25 Agustus)

Trigunadi

(27 Agustus)

Donny Aji Nugroho

(28 Agustus)

Lulusan Prodip D-III Spesialisasi Anggaran yang juga jago bermain bola voli sekarang kabarnya bagaimana yha?

Syahril “bang Said”

(29 Agustus)

Bapak seorang putri asal Medan ini mengaku kembaran dari Heidy Yunus, vokalis kahitna band yang berasal dari Bandung. Pemuda keturunan Padang ini, berbeda dari kebanyakan orang Padang yang ringan tangan suka berdagang. Tapi ada kesamaan dengan mereka, bahwa lelaki yang kurang fasih mengucapkan huruf “r” serta tangguh bermain basket dan sepak bola ini sangat ringan tangan membantu shahabatnya. Jangan pernah pula ragukan rasa kesetiakawanannya terhadap shahabatnya itu. Bang said, cepat lulus kuliah S2-nya yha, kita butuh orang sepertimu !

Priyati alias Priti

(30 Agustus)

Mau kenalan!! Lihat saja profilenya di sini.

Apakah nama-nama berikut juga terlahir di bulan Agustus? Atau mungkin juga menjadi idola Anda.

Iman Agus “Fafa” Faisal; Agus “Persita” Suparman; Augusto Pinochet; dan Agus Harimurti Yudhoyono.

Selain ribuan pasangan di China yang menyuntingkan wanita idamannya menjadi pedamping hidup, bulan ini juga sangat berarti bagi pasangan berikut ini:

Jakarta, 03 Agustus 2003

Agus ‘Agaz” Riyono dan Cut Ricka Elfiani

Palembang, 10 Agustus 2003

Moch. Huda dan Marlinda

Klaten, 22 Agustus 2004

Arya Mabruri Nur Fata dan Ratri Kameswari

Medan, 23 Agustus 2002

Pittor Adi Respati Saragih dan Lukina Helena Lamrenta Siregar

Anda mempunyai kenangan di bulan Agustus. Silakan berbagi di sini.