Ziarah Kubur

Keterlaluan. Mungkin itulah kata yang langsung terlontar ketika melihat seorang ibu dengan pakaian yang sangat minim memasuki areal pemakaman hendak berziarah ke salah makam yang masih baru.

Pagi itu ketika sedang berjalan kaki di depan sebuah taman pemakaman umum (TPU) hendak membeli sarapan menuju Pasar Sunan Giri, kulihat sepasang suami isteri membeli sekantong aneka kembang. Tidak pernah terlintas dalam pikiranku kalau mereka hendak berziarah atau yang lebih dikenal oleh masyarakat umum dengan istilah nyekar di tempat itu. Kenapa? Pertama, waktu itu masih pagi dan kebetulan juga hari minggu. Jarang orang melakukan hal demikian pada saat itu dan lagi Ramadhan masih beberapa minggu lagi. Ditambah lagi pakaian yang dikenakan oleh isteri tadi sangat tidak pantas bila hendak berziarah. Bahkan, lebih tepatnya kalau kita mengira dia akan berlibur ke pantai di luar negeri bukan di Indonesia. Memang sich, warna atasan yang dipakai oleh isteri tersebut menggambarkan suasana duka yaitu warna hitam. Akan tetapi, dengan kaus ketat warna hitam yang lebih pantas dipakai oleh anak berusia 5 tahun plus celana model hot pants yang lebih pantas di pakai selepas senam aerobik. Sungguh bukanlah pembelajaran yang baik karena sang bapak juga mengendong seorang bayi.

Begitu melihat mereka pikirku langsung pasti mereka membeli sekantong bunga untuk suatu acara lain di tempat lain. Alangkah terkejutnya ketika melihat mereka dengan santainya berjalan memasuki areal pemakaman dan melangkah melewati beberapa nisan yang terawat.

Aku pun menghentikan langkah untuk menghilangkan penasaran. Semoga dugaanku salah. Mereka bukan hendak berziarah tapi hendak pulang ke rumah hanya selepas berolah raga yang kebetulan jalan rumahnya melewati areal pemakaman.

Ternyata dugaanku meleset. Sang isteri berhenti di sebuah makam yang kemungkinan baru beberapa minggu atau hari tempat seseorang dimakamkan. Ini terlihat dengan masih tingginya gundukan tanah yang berwarna coklat di makam itu.

Sembari menyebar aneka bunga, kemudian ibu tersebut jongkok seraya mendoakan mayat yang sedang beristirahat di makam tersebut ditemani beberapa orang penggali liang lahat sekaligus melakukan perawatan terhadap makam-makam di TPU tersebut.

Segudang pertanyaan muncul di hatiku melihat kejadian itu. Apakah tidak ada pakaian yang lebih layak untuk dipakai ketika hendak berziarah? Apakah dia tidak merasa risih diliatin beberapa orang karena memang akan menjadi pusat perhatian ketika memakai pakaian minim untuk berziarah. Atau sebegitu takutkah sang suami untuk sekedar menegur isteri untuk berpakain yang lebih sopan? Atau sudah bosan sang suami menegur isteri mulai dari teguran halus sampai kasar dan tidak dihiraukannya karena sudah kebal telingga dinasihati? Atau jangan jangan suaminya tidak peduli dan menganggap lumrah hal tersebut?

Aku segera berlalu melihat pemandangn itu. Entah, apa yang hendak dicatat oleh para malaikat sebagai kebaikan atau keburukan? Bagaimana juga perasaan para mayat ketika ibu itu melangkahi nisan-nisannya. Wahai Ibu sadarlah !

Advertisements

Nasihat Para Mayat

Entah apa yang ada dalam pikiran para mayat yang sedang beristirahat minggu pagi itu di Taman Pekuburan Umum Utan Kayu atau yang lebih dikenal orang dengan sebutan TPU Kemiri Sunan Giri karena memang letaknya bersebelahan dengan Pasar Sunan Giri.

Andaikan mereka bisa keluar sejenak dari kehidupan alam barzah yang sedang mereka jalani, pastilah mereka akan menasihati seorang ibu itu. Ingin rasanya mereka berbagi tentang bagaimana dahsyatnya siksa kubur. Atau mereka akan mencaci maki dengan nada kemarahan karena kehadirannya di pagi itu membuat penyesalan mereka makin meraja. Penyesalan yang tidak terhingga mengapa sewaktu di dunia mereka menyia-nyiakan waktu yang ada tenggelam oleh pesona tipuan dunia dan memperturutkan hawa nafsunya. “Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.1

Bahkan ketika ibu pertama kali menginjakkan kaki di areal pemakaman, mayat yang pertama kali melihat kedatangannya sudah mengingatkan dengan lembut, “Nak, apakah kau tidak sadar hidupmu di dunia tidaklah seberapa lama bila dibandingkan dengan kehidupan ini. Kami yang baru kemarin berbaring saja sudah tidak tahan akan bencana ini. Ingin rasanya segera saja hari pembalasan itu datang. Karena sudah nampak di depan kami siksaan itu. Pun, kami yng sudah mencium bau surga ingin segera kesana. Setiap pagi dan petang ditampakkan kepada kami tempat apa yang akan kami tempati nanti sesudah Tuhan membangkitkan kami pada hari Kiamat.”2

“Apakah tidak ada yang menyampaikan peringatan itu kepadamu nak?”, mayat yang lain menyelak.

“Atau mungkin hatimu yang sudah mengeras bagai batu tidak menghiraukan peringatan-peringatan itu dan menganggapnya bagaikan angin lalu saja.”

Di sisi lain areal pemakaman, terdengar kerumuman para mayat berdiskusi seharusnya para aktivis feminisme seperti Ratna Sarumpaet, Rieke Diah Pitaloka dan lainnya segera meneriaki perempuan itu sebagai ungkapan protes karena telah menurunkan martabat kaum wanita.

“Engkau datang ke sini karena memang engkau tahu ziarah kubur akan mengingatkan kita kepada akhirat. Dan doamu yang ikhlas memang sudah dirindukan oleh orang tuamu agar bisa menerangi kuburnya dan sebagai bukti baktimu kepada orang tuamu,” terdengar lirih menyeruak diantara diskusi para mayat tersebut. “Beruntungnya orang tuamu Nak, karena mempunyai satu dari tiga amal yang tidak pernah putus walau mereka telah wafat yaitu engkau yang mau mendoakannya,3 akan tetapi pakaianmu Nak, …. pakaianmu!,” ia menegaskan.

Kisah di atas adalah kisah fiksi yang di ambil dari kejadian nyata pada suatu minggu pagi tatkala tentang seorang ibu dan suaminya yang sedang berziarah kubur.

1 QS Asy Syu’ara (26:102).. “Maka sekiranya kita dapat kembali sekali lagi (ke dunia) niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman”.

2 Diriwayatkan dari Ibnu Umar r.a. bahwa Rasululloh bersabda, “Sesungguhnya apabila seseorang meninggal dunia, maka setiap pagi dan petang ditampakkan kepadanya tempatnya nanti. Jika dia termasuk penghuni surga, maka disediakan tempat dari surga. Dan, jika dia tergolong penghuni neraka, maka disediakan tempat dari neraka. Dikatakan kepadanya, ‘Inilah tempatmu sampai Allah membangkitkanmu pada hari Kiamat.’” Hadits Riwayat Muslim.

3 Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga hal yaitu shodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkan untuk orang lain, dan anak (baik laki-laki maupun perempuan) yang mendoakannya. Hadits Riwayat Muslim.

Is July special for you?

Juli adalah bulan ketujuh tahun dalam Kalender Gregorian. Kata ini diambil dari Bahasa Belanda yang mengambil dari nama Kaisar Romawi Julius Caesar, yang dilahirkan pada bulan ini. Sebelumnya ia dipanggil Quintilis, yang berarti kelima dalam bahasa Latin, karena asalnya kalendar Roman bermula pada bulan Maret. Bulan ini memiliki 31 hari.

Orang-orang yang sebagian nama menggunakan nama bulan ini, sangat mudah ditebak kalau bulan kelahirannya adalah bulan Juli. Sebut saja Yulia Rahman, Khusnul Yuli (sayap kanan Persik Kediri) dan Kurniawan Dwi Julianto (pemain eks Primavera). Namun ada juga orang yang namanya menggunakan kata Juli tidak lahir di bulan ini. Dewi Yull misalnya dia lahir di bulan Mei. Lain lagi dengan Julie Estelle dara manis asal Jakarta ternyata lahir di bulan Januari.

Berikut adalah orang-orang yang terlahir di bulan Juli, baik yang thalique kenal baik atau hanya sekedar mempunyai beberapa kebetulan saja. Termasuk kejadian atau peristiwa yang menurut saya pribadi patut untuk dikenang.

Sutrisno tanpa Bachir a k a Ling Ling alias Ngathing 02/07

Bapak asal Madiun sangat suka bekerja keras. Ini dibuktikan dengan fisiknya yang begitu kekar dan tahan banting. Pantang menyerah itu julukan yang paling tepat buat dirinya. Tapi dibalik wajah sangarnya tersimpan bakat bernyanyi yang luar biasa. Satu dari ribuan harapannya adalah mengharapkan kesempurnaan dalam diri buah hatinya. Maka tidak mengherankan kalau sebagian nama anak-anak mengandung kata KAMAL, yang dalam bahasa Arab berarti sempurna. Tidak hanya kesempurnaan fisik tapi kesempurnaan akhlak. Memang sempurna adalah nama yang paling tepat untuk menggambarkan kesempurnaan Dzat-Nya, akan tetapi paling tidak penerusnya nanti bisa lebih baik dari kedua orang tuanya.

Titik Kusuma “Wiwin” Winokyu 04/07

Sebetulnya kami hanya kebetulan pernah sama-sama menimba ilmu di SMU 2 Purwokerto. Bisa jadi dialah orang yang paling disegani dan dihormati para siswi yang berjilbab di sekolahan…(itu pendapat pribadi sich !)

Ira Gunawati 06/07

Ibu 2 orang anak yang kebetulan juga bersuamikan dokter sangat sering dijadikan korban usil kami sekelas. Murah senyum dan tidak pernah marah. Sangat wajar dengan modal yang dimiliki tersebut dia akan ringan menjalani aktivitas di dunia kedokteran. Maklum, dia juga berprofesi sebagai dokter umum di rumahnya.

Lukman “Ngess” Hakim 06/07

Tenang dan agak pendiam begitulan kesan yang terlintas ketika memandangnya. Bapak penggila basket ini sering diidentikan dengan I Made Sudiadnyana a k a Lolik.

Nurman Pamungkas 06/07

Membuat orang tersenyum adalah keahliannya. Tersenyum disertai kekaguman atas kecerdasannya dalam memecahkan soal-soal ilmu pasti dengan cara sendiri atau tersenyum terpingkal-pingkal atas humor-humor lucu yang agak ngawur. Walau namanya Pamungkas, ternyata dia bukan anak paling akhir orang tuanya.

Ari Bustami 07/07

Orang cadel yang sangat bangga dengan desa Kedung Banteng tempat kelahirannya, akhirnya mampu mempersunting wanita pujaannya yang juga teman sekelasnya di SMU. PNS Depkeu lulusan D III Prodip Anggaran STAN ini punya kenangan buruk ketika menjadi penyebab kekalahan tim sepak bola saat pertandingan antar kelas di SMU, sangat sederhana dalam memandang setiap permasalahan kehidupan. Periang, tegas, dan optimis mungkin itu kesan yang mendalam yang terekam selama 3 tahun kami bercanda di SMU 2 Purwokerto. AB adalah nama aliasnya.

Yetty Yulianty 07/07

Sekilas dari namanya sudah bisa ditebak kalau dia terlahir di bulan Juli. Tidak mengherankan dari namanya kalau Anda menebak dia juga orang sunda yang terkenal dengan memberi anak-anaknya dengan pengulangan nama. Namun untuk yang satu ini, Anda keliru besar. Ibu 2 orang anak ini ternyata lahir di Lampung. Enak diajak berdikusi dan cerdas menjadi nama tengahnya. Tidak mengherankan kalau putra pertamanya mempunyai kecerdasan di atas rata rata anak seusianya.

Herdi Yuliarohmana 08/07

Pertama kali mendengar namanya, kami sekelas mengira dia itu seorang perempuan. Anak seorang pegawai Pertamina yang pernah kuliah di Semarang ternyata sangat akrab dengan para wanita. Maklum dia sangat menarik bila menjadi pendengar. Penggemar segala sesuatu yang berbau elektronika ini juga pernah memenangkan perlombaan membaca Al Quran.

Yudi Hasnawan 16/07

Pria berlesung pipit yang handal dalam bermain gitar. Suaranya pun tidak kalah merdu bila dibandingkan dengan para penyanyi tingkat acara hajatan. Bila Anda sedang stress dengan rutinitas, Bapak yang hobbi berbisnis ini juga mempunyai segudang cerita lucu. Anda juga bisa berkunjung ke rumah mayanya di sini.

Arifin 20 /07

Lugas tanpa kompromi. Itulah gambaran bapak asal Malang bila sudah memainkan posisinya sebagai bek tengah setiap tim yang dibelanya. Sederhana dan tidak neko-neko dalam menjalani hidup.

Yuliati 21/07

Begitu namanya disebut, berarti sudah semua penghuni kelasku yang di absen hari itu. Maklum dialah penghuni absen nomor bontot. Kami sempat 2 tahun satu kelas di SMU. Dia juga menjadi pendukung setia tim sepak bola atau basket kelas kami bila sedang bertanding.

Eko Yulianto 23/07

Pria berbadan kecil namun punya semangat menempuh hidup yang luar biasa. Tiap pagi, sewaktu masih sekolah dia harus mengantar dagangan es gabus untuk dititipkan di sekolah-sekolah. Biar kecil namun bapak yang satu ini jago pecak silat.

Mugi Hartono 23/07

Mantan teman SMP dan SMU ini sangat ahli dalam design bangunan, maklum dia seorang arsitek. Pun dia piawai dalam bermain musik.

Siti Kholifah 28/07

Ipeh biasanya kami memanggilnya. Gadis mungil nan lincah yang sering menjadi pusat perhatian para lelaki usil di kelas kami. Maklum suara yang khas sering menamah suasana gaduh di kelas. Ditambah lagi sang jagoan kelas kami naksir berat sama gadis munggil yang sekarang berprofesi sebagai pegawai bank.

Pniel Abigail Nathane Saragih 30/07

Putri pertama Pittor Saragih yang juga adik dari Kristupa Saragih pemilik fotografer.net. Apakah mereka ada hubungannya dengan Bill Saragih tanyakan ahlinya.

Orang-orang yang terlahir bulan Juli dan berkebetulan bersama-sama menimba ilmu di SMU 2 Purwokerto.

Slamet Heriadi 03/07; Panji Hendra P 04/07; Rio Azazi 04/07; Andi-06/07; Wahyu Liani 08/07; Ary Wibiantono 11/07; Wahidin 12/07; Yuli Endrias Saputro 13/07; Yuli Kusumawati 13/07; Bustanul Firdaus 14/07; Amalia Kustanti 31/07; Nanik Puwinarsih 14/07; Dian Eko Darmawan 15/07; Setyawan Yuliatmoko 17/07; Irma Mardiyati 23/07; Wardah Zuhri 23/07; Listiani Wijayanti 23/07; Saeful Alim 23/07; Lili Nuryati 24/07; Mohammad Tanzil 24/07; Twidya Ully P 30/07 dan Siti Yuliati 31/07

Berikut daftar orang-orang yang mungkin menjadi idola Anda yang berulang tahun di bulan Juli, bisa juga dilihat disini :

Tom Cruise (Aktor) 03/07; Sylvester Stallone (Aktor) 06/07; ; Tom Hanks (Aktor) 09/07; Eva Julainty 13/07; Harrison Ford (Aktor) 13/07; Lukman Sardi (Aktor) 14/07; Matthew Fox (Aktor) 14/07; Jared Padalecki (Aktor) 19/07; Robin Williams (Aktor) 21/07; Ria Irawan (Aktris) 24/07; Sandra Bullock (Aktris) 26/07; dan Jean Reno (Aktor) 30/07;

Dalam bulan Juli juga pernah terjadi peristiwa penting yang perlu di kenang seperti terbentuknya Kantor Pelayanan Utama Tipe A Tanjung Priok pada tanggal 02 Juli 2007 dan ulang tahun Pernikahan Aris Purwanto yang jatuh tanggal pada tanggal 09 Juli.

Selain itu, kembalinya Hong Kong ke RRC, pembukaan wahana permainan Disneyland juga terjadi di bulan Juli. Anda bisa berselancar kembali mengenang peristiwa-peristiwa masa lalu yang sangat berhubungan dengan Anda disini atau mungkin disini.

Bagi yang ulang tahun, semoga sisa umurnya menjadi tambahan keberkahan dalam hidup dan kehidupannya.